LANGOWANNEWS Kontroversi terkait rute pawai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Langowan Raya mendapat perhatian masyarakat. Pemerintah empat kecamatan di Langowan Raya bersama para anggota DPRD dari wilayah tersebut diminta duduk bersama melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas persoalan ini secara terbuka.
Aspirasi masyarakat meminta agar rute pawai 17 Agustus tidak terus berubah setiap tahun sehingga menimbulkan polemik dan mengurangi antusiasme warga. Salah satu usulan yang mengemuka adalah mengembalikan rute pawai seperti tradisi sebelumnya, kemudian menetapkannya secara permanen sehingga dapat menjadi pedoman bersama pada tahun-tahun berikutnya.
Empat pemerintahan kecamatan, yakni Kecamatan Langowan Timur, Langowan Barat, Langowan Selatan dan Langowan Utara, diharapkan dapat menyatukan pandangan demi kepentingan masyarakat Langowan Raya.
“Alangkah baiknya kembali ke tradisi rute lama dan dipatenkan, sehingga setiap tahun tidak terjadi kontroversi seperti ini. Aturan-aturan baru yang dibuat masing-masing kecamatan justru dikhawatirkan membuat antusias masyarakat berkurang,” demikian aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Selain persoalan rute, masyarakat juga menyoroti mekanisme pemilihan juri dalam pawai. Ke depan, juri diharapkan dipilih berdasarkan kompetensi dan pengalaman sesuai bidang yang dinilai, sehingga hasil penilaian dapat diterima secara objektif dan profesional.
Hal serupa juga disampaikan terkait pembawa acara atau MC. Masyarakat berharap panitia memilih MC yang profesional dan mampu membangun suasana pawai dengan baik, mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda besar yang melibatkan ribuan masyarakat.
Masyarakat meminta para pemimpin di empat kecamatan serta anggota dewan untuk tidak melihat persoalan ini dari kepentingan kelompok atau kecamatan tertentu. Sebaliknya, seluruh pihak diharapkan mengutamakan kepentingan bersama dan mendengarkan aspirasi mayoritas masyarakat.
“Para pemimpin harus duduk bersama dan menerima aspirasi masyarakat. Jangan hanya karena ego segelintir orang kemudian mengabaikan suara mayoritas rakyat,” tegas aspirasi tersebut.
RDP dinilai menjadi ruang yang tepat untuk mencari solusi bersama, termasuk menetapkan rute pawai, sistem penjurian serta standar penyelenggaraan yang dapat diterapkan secara konsisten setiap tahun.
Dengan adanya kesepakatan bersama, masyarakat berharap perayaan HUT Kemerdekaan RI di Langowan Raya ke depan dapat berlangsung lebih tertib, meriah, transparan dan semakin meningkatkan semangat persatuan masyarakat.
Tradisi tetap terjaga, aturan jelas, dan kepentingan masyarakat menjadi prioritas.(FORA)













