LANGOWANNEWS Maraknya oknum yang mengaku sebagai wartawan atau jurnalis melalui pesan singkat menjadi perhatian serius. Hal ini diungkapkan oleh Deddy Rundengan yang menerima puluhan pesan mencurigakan dalam beberapa bulan terakhir.
Deddy mengungkapkan, sedikitnya sekitar 20 pesan masuk ke WhatsApp pribadinya dari pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan. Mereka umumnya langsung mengirimkan identitas berupa ID card dan meminta berita,setelah dikirim beritanya tidak dimuat sebenarnya kalau memang benar mereka wartawan yang profesional berita paling lama 15 sampai 30 sudah selesai
Menurutnya, fenomena ini menjadi tanda bahwa profesi wartawan mulai disalahgunakan oleh oknum yang tidak memiliki kompetensi maupun pemahaman dasar tentang jurnalistik
Deddy menegaskan bahwa seorang wartawan sejati harus memiliki kemampuan menulis berita yang baik dan memahami nilai-nilai jurnalistik. Selain itu, wartawan juga seharusnya telah melalui uji kompetensi yang dikenal dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Wartawan itu profesi yang diuji. Mereka harus punya kompetensi dalam menulis berita. Ada standar yang jelas, salah satunya melalui UKW. Dari situ bisa diketahui apakah seseorang benar-benar wartawan atau tidak,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa banyak dari oknum tersebut tidak mampu
menunjukkan kualitas tulisan yang memiliki nilai jurnalistik. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa mereka bukanlah wartawan profesional.
ketika ditanya atau diminta menunjukkan karya jurnalistiknya, tidak ada. Bahkan nilai-nilai dasar dalam penulisan berita pun tidak terlihat,” tambahnya.
Deddy pun mengimbau masyarakat dan para pihak terkait agar lebih waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan untuk kepentingan tertentu. Ia juga berharap organisasi pers dapat terus memperketat pengawasan demi menjaga marwah dunia jurnalistik.
“Jangan sampai profesi wartawan yang seharusnya mulia ini justru dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.(FORA)













