LANGOWANNEWS Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menjadi sorotan publik setelah sejumlah video dan siaran langsung di media sosial viral dalam beberapa hari terakhir. Dalam video yang beredar, tampak antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU, sementara sejumlah kendaraan diduga melakukan pengisian solar dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi dan wadah penampung.
Viralnya rekaman tersebut memicu berbagai reaksi masyarakat. Warga menilai distribusi solar subsidi di SPBU tersebut diduga tidak berjalan normal karena adanya kendaraan tertentu yang melakukan pengisian berulang dalam durasi cukup lama. Kondisi itu disebut membuat masyarakat umum dan sopir angkutan kesulitan memperoleh BBM subsidi.
Informasi yang berkembang menyebutkan aparat dari Polres Minahasa Tenggara mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi tersebut. Tim Resmob bersama Unit Tipidter Satreskrim disebut telah diterjunkan untuk menelusuri dugaan praktik penimbunan dan distribusi ilegal solar subsidi di wilayah Tombatu.
Dalam sejumlah laporan media dan unggahan masyarakat, muncul dugaan keterlibatan oknum tertentu yang disebut memiliki armada kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung solar dalam jumlah besar. Praktik tersebut diduga berlangsung secara terstruktur dan memanfaatkan celah distribusi BBM subsidi.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan transparan dalam mengusut dugaan mafia solar tersebut. Warga juga meminta pengawasan distribusi BBM subsidi di SPBU diperketat agar hak masyarakat kecil dan para sopir angkutan tidak dirugikan oleh praktik ilegal yang diduga telah berlangsung cukup lama.(FORA)













