LANGOWANNEWS Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulawesi Utara resmi dikukuhkan di Aula Pemerintah Kota Manado, Senin (10/8/2026).
Momentum bersejarah tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Srikandi Jaga Desa tingkat kabupaten/kota, perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi Utara, serta sejumlah tokoh dan undangan. Salah satu yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Vanda Rantung, yang turut memberikan perhatian terhadap hadirnya organisasi perempuan yang diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., mengapresiasi pengukuhan Srikandi Jaga Desa Sulut. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran strategis sebagai organisasi sayap Abpednas dalam mendukung pembangunan dari tingkat desa.
“Terima kasih untuk teman-teman media yang selama ini selalu support kita di Abpednas, maupun sekarang dengan Srikandi Jaga Desa. Jadi, Srikandi Jaga Desa ini kan satu organisasi sayap yang diberikan, didirikan untuk bagaimana menjadi bagian daripada Abpednas,” ujar Jacob.
Ia menjelaskan, Abpednas selama ini menjadi salah satu mitra strategis kejaksaan dalam mendorong pembangunan dan pengawasan di tingkat desa.
“Abpednas ini adalah mitra kita, mitra kejaksaan yang kita gunakan untuk bagaimana kita membangun dari desa. Yang anggotanya kan terdiri dari semua Badan Permusyawaratan Desa,” jelasnya.
Menurut Jacob, konsep pemberdayaan tidak hanya diarahkan kepada desa, tetapi juga wilayah perkotaan, khususnya kelurahan. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai penting untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada.
“Sekarang bukan cuma desa, tapi juga kota, LPMK-nya juga, sebagai bagian yang kita juga tarik sama-sama supaya bagaimana kita bisa menjaga desa maupun kota, dalam hal ini kelurahan dan segala macam, supaya bisa melakukan suatu proses bukan saja perencanaan dan pengawasan. Tetapi lebih daripada itu untuk menumbuhkan semua potensi ekonomi yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Abpednas Indra Utama bersama Sekjen DPP Abpednas Prof. Mia Amiati turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Indra menilai Sulawesi Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan melalui berbagai program strategis, mulai dari ketahanan pangan, Geopark, Dapur MBG hingga program satu desa satu kandang ayam.
“Sulawesi Utara ini punya keistimewaan yang mungkin tidak semua daerah punya. Punya laut, punya gunung, ada danau juga. Ini potensi yang menurut saya sangat luar biasa,” ujar Indra.
Ia menambahkan, keberadaan Srikandi Jaga Desa diharapkan mampu memberikan sentuhan langsung dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga.
“Ada beberapa program, dan kita lihat ini hanya Srikandi-Srikandi yang bisa mampu untuk bisa terjun langsung ke lapangan. Kita lihat ada stunting, kemudian UMKM-UMKM, ini perlu khusus sentuhan dari Srikandi,” katanya.
Hal yang membanggakan, Sulawesi Utara menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan kepengurusan DPD Srikandi Jaga Desa.
“Hari ini kita lantikkan yang pertama kali dari seluruh Indonesia, Sulawesi Utara yang pertama kita lantikkan. Ini kerja kerasnya Pak Kajati dan teman-teman Abpednas di sini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk Srikandi-Srikandi yang ada di daerah-daerah lainnya,” pungkas Indra.
Pengukuhan tersebut menjadi tonggak awal bagi Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, penanganan stunting, ketahanan pangan serta penggalian potensi desa dan kelurahan.
Dengan semangat “Perempuan Berdaya, Desa Maju, Masyarakat Sejahtera”, kehadiran Srikandi Jaga Desa Sulut diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan sekaligus mitra strategis dalam mendorong kemajuan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.(FORA)













