LANGOWANNEWS.COM Pengusaha tambang muda di Ratatotok, Inal Supit, mengungkapkan perasaannya terkait pemberitaan miring yang menimpa dirinya dan rekannya, Maya. Berita negatif yang datang bertubi-tubi dari berbagai media massa sempat mengguncang kondisi mental Inal sebagai salah satu pelaku usaha tambang di daerah tersebut.
“Sakit rasanya hati saya ketika membaca berita itu,” ungkap Inal. Ia pun sempat bertanya langsung kepada beberapa wartawan yang memuat berita tersebut mengapa dirinya selalu menjadi sasaran pemberitaan.
Jawaban wartawan menurut Inal sangat sederhana, yaitu karena hanya dirinya yang dikenal secara personal oleh mereka.Meskipun merasa tersakiti, Inal tetap menjaga komunikasi baik dengan para wartawan tanpa menyimpan rasa dendam.
Baginya, wartawan bukan musuh, melainkan mitra kerja yang harus dibina untuk mendukung kelancaran usaha dan pembangunan di Ratatotok.
Melalui pernyataannya, Inal juga menyampaikan permohonan maaf jika selama ini ada sikap atau ucapan dari dirinya yang mungkin menyinggung perasaan para wartawan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Ia berharap hal tersebut bisa segera dilupakan demi hubungan yang harmonis.
Harapan Inal ke depan adalah agar terjalin kemitraan yang baik dan bermanfaat bagi kedua belah pihak, yakni pengusaha dan insan pers. “Amin,” tutup Inal dengan penuh harap.
Mendengar pernyataan tersebut, aktivis perempuan Sulawesi Utara, Yuni Wahyuni Srikandi, memberikan apresiasi tinggi kepada Inal Supit.
Ia menilai sikap terbuka dan keikhlasan Inal merupakan contoh yang patut ditiru oleh para pengusaha lainnya.Yuni menambahkan, kemitraan yang erat antara pengusaha dan media sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah.
“Inal sudah menunjukkan bahwa wartawan bukan musuh, melainkan mitra kerja yang harus dihargai,” katanya.Dengan semangat kebersamaan seperti yang ditunjukkan Inal Supit, diyakini hubungan antara dunia usaha dan media akan semakin kuat, menguntungkan bagi kemajuan Ratatotok dan sekitarnya.(FORA)













