LANGOWANNEWS Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong transformasi perpustakaan daerah menjadi ruang hidup yang aktif dan inklusif bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan melakukan pembenahan fasilitas serta mengubah konsep perpustakaan dari sekadar tempat membaca menjadi pusat kegiatan edukatif dan sosial.
Perubahan tersebut bertujuan agar perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang kaku, melainkan menjadi ruang interaksi masyarakat lintas usia. Konsep ini sejalan dengan dorongan pemerintah agar perpustakaan menjadi pusat literasi dan aktivitas yang “hidup” di tengah masyarakat.
Selain pembenahan fisik, pemerintah juga mengarahkan pengelolaan perpustakaan agar lebih modern, termasuk pengembangan layanan berbasis digital. Hal ini penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan, khususnya bagi generasi muda yang semakin akrab dengan
Langkah ini juga sejalan dengan fungsi perpustakaan sebagai sarana peningkatan minat baca dan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran sepanjang hayat serta tempat tumbuhnya budaya literasi di daerah.
Dengan transformasi ini, perpustakaan di Minahasa diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat yang kreatif, edukatif, dan memberdayakan.(FORA)













