LANGOWANNEWS Pengusaha Wenny Lumentut menyatakan kesiapannya mengembangkan kawasan perkebunan di Gunung Tatawiran, Desa Agotey, Kecamatan Mandolang, menjadi destinasi wisata agro terpadu. Proyek tersebut diklaim telah mengantongi seluruh perizinan, termasuk Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dan aspek K3L (Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan)
Rabu 6/5/2), juru bicara Wenny Lumentut, Meiky Kodoati, menjelaskan bahwa konsep pengembangan akan menggabungkan sektor pertanian, perkebunan, olahraga, dan edukasi dalam satu kawasan wisata. Lahan yang akan dikembangkan seluas sekitar 5 hektare, bukan 55 hektare seperti yang sempat beredar di masyarakat.
Dari total lahan tersebut, sekitar 1,5 hektare direncanakan untuk area olahraga paralayang, sementara 3,5 hektare lainnya akan dijadikan perkebunan produktif dengan penanaman sekitar 2.000 pohon durian, 2.000 pohon kopi, serta tanaman cengkih. Sebagian besar lahan lainnya tetap dipertahankan tanpa penebangan pohon guna menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, kawasan wisata agro ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti penginapan serta ruang bagi pelaku UMKM lokal. Pengembangan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata berbasis agro.
Dari sisi legalitas, pihak pengembang memastikan seluruh proses perizinan telah dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hasil peninjauan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan, disebut tidak menemukan potensi pencemaran lingkungan maupun ancaman bencana di lokasi tersebut.
Meski demikian, aktivitas pengembangan untuk sementara dihentikan atas inisiatif Wenny Lumentut guna menjaga situasi tetap kondusif menjelang pemilihan hukum tua di wilayah sekitar. Saat ini, kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pekerjaan ringan seperti pembuatan drainase jalan.
Dengan konsep berbasis keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, proyek wisata agro di Tatawiran Agotey diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Kabupaten Minahasa.(FORA)













