LANGOWANNEWS SMAN 9 Manado menegaskan tidak pernah menutup-nutupi pelaporan Dana BOS sejak kepemimpinan Hendra Jonna Massie, S.Pd., M.M. Hal ini disampaikan langsung oleh sang kepala sekolah saat dikonfirmasi wartawan terkait gugatan LSM Rako Sulawesi Utara.
Menurut Hendra, hari ini Selasa 12/05/26 ia akan membawa seluruh data laporan pertanggungjawaban Dana BOS kepada ketua LSM Rako. Langkah ini sebagai bentuk transparansi dan niat baik mengklarifikasi tuduhan yang selama ini beredar.
Kepala sekolah mengaku tidak sempat hadir dalam sidang Komisi Informasi Publik (KIP) sebelumnya. Saat itu, dirinya tengah berada di Riyadh, Arab Saudi, bertugas sebagai tim official (AO) dalam sebuah pertandingan internasional.
Ketidakhadiran sempat menimbulkan persepsi miring, namun Hendra memastikan bahwa bukan karena alasan menghindar. Ia menegaskan statusnya sebagai pegawai negeri yang memiliki atasan jelas, yaitu Inspektorat, sehingga semua tindakannya selalu dalam koridor pengawasan.
Sejak awal menjabat pada Juni 2024, Hendra mengklaim semua laporan keuangan Dana BOS dikelola secara terbuka. Bahkan, untuk memastikan transparansi, ia memasang laporan dalam bentuk baliho (banner) di lingkungan sekolah.
Baliho tersebut, kata Hendra, bisa dilihat oleh seluruh guru, siswa, hingga pihak eksternal yang ingin memantau penggunaan anggaran. “Biaya masuk, keluar, dan sisa dana terpampang jelas,” ujarnya menjelaskan.
Menurut putusan sidang kemarin 11/5/26 Kepala Sekolah tidak hadir karena bertepatan dengan rapat SPMB semua sekolah negeri, LSM Rako Sulut sebelumnya telah menyurati SMAN 9 Manado. Surat itu meminta laporan pertanggungjawaban Dana BOS tahun anggaran 2023–2024.
Hendra meyakini bahwa dengan menyerahkan data secara langsung hari ini, semua kesalahpahaman akan terjawab. Ia juga berharap LSM Rako dapat memverifikasi fakta di lapangan bahwa tidak ada temuan penyelewengan selama masa kepemimpinannya.(FORA)













