Vatikan LANGOWANNEWS.COM Gereja Katolik resmi menambahkan dua orang kudus baru dalam daftar para santo, yakni Beato Carlo Acutis dan Beato Pier Giorgio Frassati. Prosesi kanonisasi dipimpin langsung oleh Paus Leo XIV pada Minggu, 7 September 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Kanonisasi ini menjadi sangat bersejarah karena kedua kudus baru tersebut wafat dalam usia yang masih sangat muda. Carlo Acutis berpulang pada usia 15 tahun akibat kanker, sementara Pier Giorgio Frassati meninggal dunia pada usia 24 tahun karena penyakit polio yang dideritanya.
Carlo Acutis dikenal sebagai “influencer Katolik” di era digital. Ia memiliki devosi mendalam pada Ekaristi dan Bunda Maria. Dengan keahliannya di bidang coding dan pemrograman komputer, Carlo berhasil mendokumentasikan lebih dari 100 mukjizat Ekaristi yang terjadi sepanjang sejarah Gereja dan menyebarkannya melalui internet.
Sementara itu, Pier Giorgio Frassati dikenal sebagai seorang aktivis sosial dan politik yang setia pada ajaran sosial Gereja Katolik. Melalui keterlibatannya dalam Partai Rakyat, ia aktif memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial. Selain itu, Frassati mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang miskin, tuna wisma, orang sakit, serta para veteran Perang Dunia I.
Teladan hidup kedua orang kudus muda ini menjadi inspirasi baru bagi umat Katolik di seluruh dunia. Carlo Acutis menunjukkan bahwa dunia digital bisa menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan, sementara Pier Giorgio Frassati menegaskan bahwa keterlibatan dalam dunia politik pun dapat menghantar pada kekudusan.
Paus Leo XIV dalam homilinya menyampaikan bahwa kekudusan tidak hanya bisa dicapai di biara atau gereja, tetapi juga di tengah kehidupan sehari-hari, di dunia digital maupun dalam keterlibatan sosial-politik. “Kekudusan adalah panggilan bagi semua orang, di mana pun dan kapan pun, selama dijalani dengan cinta kasih demi kemuliaan Tuhan,” ujar Paus.
Umat Katolik di seluruh dunia pun menyambut sukacita atas kanonisasi ini. Sosok Carlo Acutis dan Pier Giorgio Frassati diharapkan menjadi teladan hidup baru bagi generasi muda Katolik, bahwa iman dapat diwujudkan dalam kehidupan modern dengan semangat pelayanan dan kasih.
Santo Carlo Acutis, doakanlah kami.Santo Pier Giorgio Frassati, doakanlah kami.
Mau saya buatkan versi berita panjang (10 paragraf lebih) untuk media online agar lebih lengkap dengan kutipan tokoh gereja dan respon umat(FORA)













