Mitra LANGOWANNEWS.COM Suasana silaturahmi sejumlah wartawan di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, mendadak ricuh usai ulah seorang oknum wartawan yang diduga bertugas di wilayah Mitra.
Kejadian berawal ketika seorang wartawan bersama rekannya mendatangi Dinas Perkim Mitra untuk bertemu dengan Kepala Dinas, yang juga dikenal sebagai sahabat lama sekaligus mentornya dalam sebuah organisasi keagamaan. Pertemuan berlangsung hangat hingga rombongan wartawan hendak meninggalkan ruangan.
Namun, tiba-tiba salah satu oknum wartawan biro Minahasa Tenggara dengan sikap arogan membentak korban sambil bertanya kasar, “Kalian wartawan mana?” sembari berdiri dengan posisi tangan di pinggang. Merasa diperlakukan tidak pantas, korban pun menanggapi, hingga perdebatan tak terhindarkan.
Berdasarkan rekaman video yang diperoleh awak media, terlihat jelas oknum wartawan tersebut bersama rekannya melakukan tindakan fisik berupa dorongan terhadap korban. Dalam video juga terdengar dengan lantang ia mengaku sebagai wartawan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan menuding korban sebagai wartawan “tidak jelas”, bahkan menantang agar korban menunjukkan surat tugas.
Insiden ini memicu sorotan di kalangan jurnalis lokal. Sejumlah wartawan menilai tindakan arogan tersebut telah mencoreng etika profesi dan mencederai solidaritas antar sesama pewarta.
Ketua PWI Sulawesi Utara, Voucke Lontaan, ketika dikonfirmasi terkait oknum wartawan tersebut, menegaskan bahwa masa kepengurusan PWI Mitra telah berakhir. “Saya sangat menyayangkan kejadian ini.
Jangan sampai ada pihak yang mengatasnamakan PWI untuk kepentingan pribadi dan merusak citra organisasi,” ujarnya.Lontaan juga menegaskan bahwa PWI Sulut tidak pernah membenarkan sikap arogan, apalagi tindakan kekerasan antar sesama wartawan.Ia meminta agar kejadian ini tidak terulang lagi ,dan bersama untuk tetap menjaga marwah profesi.(FORA)













