LANGOWANNEWS.COM Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman abrasi dan perubahan garis wilayah. Upaya ini dinilai penting karena jika tidak dikendalikan, abrasi dapat berdampak pada perubahan batas dan luas wilayah negara.
Hal tersebut disampaikan sejalan dengan pandangan Kementerian Pertahanan serta Gubernur dalam sejumlah kesempatan. Selain menjaga wilayah negara, pemerintah juga terus mendorong berbagai program strategis, salah satunya pengendalian banjir di Kota Manado.
Salah satu upaya yang telah memberikan dampak signifikan adalah pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan.sugeng kepala balai sungai menjelaskan Keberadaan bendungan ini dinilai berhasil mengurangi risiko banjir di Manado. Saat ini, terdapat sedikitnya enam sungai yang bermuara ke Kota Manado, namun kapasitas pengendalian banjir yang optimal baru tersedia di Sungai Tondano.
Pada awal tahun ini, pemerintah sebenarnya telah menganggarkan pembangunan bendungan tambahan di wilayah Sawangan, tepatnya di Sungai Tikala, sebagai bagian dari strategi lanjutan pengendalian banjir. Namun, pelaksanaan proyek tersebut sementara menunggu penyelesaian sejumlah kendala teknis.
Selain itu, terdapat pula beberapa program lain yang hingga kini belum dapat dilaksanakan secara optimal. Salah satu kendala utama adalah persoalan pembebasan lahan, seperti pada rencana pembangunan Pasar Abadi yang hingga tahun ketiga belum juga rampung.
Proses pembebasan lahan tersebut dinilai sangat sensitif dan memerlukan kehati-hatian ekstra, terutama dalam aspek verifikasi, identifikasi, serta administrasi pertanahan.
Pemerintah menegaskan bahwa proses ini masih berjalan dan berada dalam pengawasan instansi terkait, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dalam waktu dekat, pembayaran lahan diharapkan dapat direalisasikan setelah pengumuman daftar nominatif diselesaikan.
Keberhasilan pengendalian banjir sebelumnya menjadi bukti nyata efektivitas infrastruktur yang telah dibangun. Pada awal tahun lalu, saat hujan dengan intensitas tinggi melanda Manado—dengan volume hampir setara kejadian banjir besar tahun 2014—pemerintah berhasil menahan sekitar 7 juta meter kubik air. Langkah ini dinilai berhasil mencegah banjir besar di sejumlah wilayah kota.
Pemerintah memastikan akan terus melanjutkan program pengendalian banjir dan perlindungan wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta keutuhan NKRI.(FORA)













